Setelah memahami langkah pertama seperti yang dijelaskan pada postingan sebelumnya Mengenal Linux dan ISO File, langkah kedua dalam belajar Linux adalah memahami konsep partisi harddisk.
Untuk Linux yang ingin dioperasikan secara berdampingan dengan Windows, atau istilahnya konfigurasi dual boot artinya komputer memiliki dua atau lebih sistem operasi yang dapat dipilih pengguna untuk diaktifkan.
Pada konfigurasi dual boot, sistem operasi Windows akan menempati salah satu partisi hard disk sedangkan sistem operasi Linux akan dipasang dengan membuat partisi-partisi baru pada ruang kosong yang disediakan. Cara membuat ruang kosong pada hard disk dengan bantuan program aplikasi seperti PowerQuest Partition Magic.
Linux umumnya memerlukan 2 buah partisi (swap dan root), namun dianjurkan sebanyak 4 buah partisi, yaitu:
1. Partisi /boot : partisi ini berisi berkas-berkas yang diperlukan pada saat penyalaan awal (booting) komputer. Ukuran minimalnya sekitar 256 MB
2. Partisi / : partisi ini disebut juga partisi root yang akan digunakan untuk menyimpan semua berkas-berkas utama dari sistem oparasi Linux. Ukuran minimalnya sekitar 2 GB
3. Partisi /home : partisi ini merupakan tempat menyimpan berkas-berkas dari semua pengguna sistem oparasi Linux seperti berkas dokumen, musik, gambar, dan film. Partisi /home direkomendasikan karena kalau sistemnya rusak dan memformat ulang, maka data-data dari pengguna yang sebelumnya tersimpan tidak akan terhapus. Ukuran minimal 1 GB
4. partisi swap : partisi ini adalah partisi yang digunakan untuk menyimpan data sementara pada saat komputer aktif terutama pada kondisi memori komputer sedang menyimpan data yang lebih besar dari kapasitasnya sehigga akan menyimpan sebagian datanya pada partisi swap. ukurannya sekitar satu sampai dua kali ukuran memori RAM
5. Partisi-partisi tambahan : partisi dari sistem operasi Windows dapat dikenali oleh Linux dan akan dianggap sebagai partisi tambahan yang akan dipasang pada partisi root. Ditempatkannya seperti /media atau /mount, misalkan partisi Windows terdapat pada partisi pertama maka partisi tersebut akan dinamakan /media/sda1

Konsep Partisi filesystem pada komputer
Cara sebuah sistem operasi menyimpan berkas-berkas pada sebuah partisi dinamakan filesystem. Untuk sistem operasi Windows filesystem yang biasa digunakan adalah FAT, FAT32, dan NTFS. Sedangkan sistem operasi Linux biasanya digunakan ext2, atau ext3. Perlakuan partisi Windows ini memiliki sifat yang berbeda, untuk filesystem NTFS sebagian besar Linux memperlakukan hanya read-only (baca saja) sehingga kita hanya mampu membaca dan tidak bisa menyimpan atau membuat berkas baru pada partisi NTFS. Sedangkan untuk filesystem FAT32 Linux memperlakukannya read-write (baca tulis) sehingga kita dapat melakukan baca maupun menyimpan berkas baru pada partisi Windows FAT32.
Burung Irian hinggap di kebun
Cukup dulu sekian dan Hatur nuhun
Next→
←Prev

Artikel Terkait

Pilih Label

Baca lagi

4 komentar

  1. gitu yaaa,,, bru tau gw... thax mas bro!!! :e:

    BalasHapus
  2. jadi kesimpulannya harddisk kita dibagi jdi 6 ya?

    BalasHapus
  3. Betul gan, kita perlu partisi tambahan pada hard disk untuk Linux OS, lihat lagi di artikel http://planetcaang.blogspot.com/2011/11/edit-partisi-hard-disk-untuk-dual-boot.html

    Tetap semangat belajar Linux kawan, Go Open Source!

    BalasHapus
  4. Sekarang, tahun 2021, Linux sudah sangat berkembang.
    File sistem Linux biasanya digunakan ext2, atau ext3, sekarang ext4.
    File sistem NTFS (Windows) sebagian besar Linux memperlakukan hanya read-only (baca saja) sehingga kita hanya mampu membaca dan tidak bisa menyimpan atau membuat berkas baru pada partisi NTFS, sekarang NTFS bisa di read-write, bahkan bisa masuk ke keranjang sampah dulu, sebelum hapus permanen.

    Linux sudah berkembang jauh lebih baik :jempol::s92:

    BalasHapus

No spam, no active link, please ^_^